Bermula dari sebuah pertemuan
Seperti petir menyambar pohon di hutan
Tak disengaja atau direncanakan
Mungkin itu kehendak Tuhan
Awalnya biasa seperti pada umunya
Dua pasang manusia yang saling bercanda
Basa-basi mengisi sebuah obrolan
Ejekan teman pun mulai terlontarkan
Katanya aku menyukainya
Memang apa yg sudah aku lakukan
Hari pun berlalu berganti bulan
Kau pergi untuk melanjutkan pendidikan
Entah
Kenapa aku merasa kehilangan
Mungkin aku egois dengan meramikan obrolan kita
Tapi kenapa kau menerimanya dengan lapang dada?
Mungkin itu cuma perasaan ku saja
Entah sejak kapan kita tidak lagi berteman
Tapi sering berjalan berduaan
Ku juga tak tau kenapa kau ingin berjalan bersama ku
Ku juga selalu lupa menanyakan itu padamu
Karena aku merasa tak pantas untukmu
Kau wanita yg pandai
Kau wanita yg penyabar
Kau wanita yg tangguh
Kau wanita yg tegar
Kau wanita yg bisa membaur dengan siapa pun
Kau wanita yg patuh dengan perintah Tuhan
Dan aku
Nama Tuhan pun mulai asing di telingaku
Jika kita berbicara tentang cinta
Kita berbicara tentang memberi
Kita berbicara tentang berbagi
Kita berbicara tentang kasih
Kita berbicara tentang tanggung jawab
Kita berbicara tentang toleran
Kita berbicara tentang manusia
Kita berbicara tentang Tuhan
Lalu
Apa yg sudah aku lakukan padamu?
Bagaimana cara mencintaimu pun aku belum tahu
Beberapa bulan telah berlalu
Sejak kita tidak lagi berjalan bersama
Selama itu pula aku selalu memikirkanmu
Dan berharap kita kembali seperti semula
Tapi masih pantaskah diriku untukmu
Meila Witria
Faisal Aditya
Surabaya, 24 November 2019
Tidak ada komentar:
Posting Komentar