Selasa, 17 Maret 2020

TUHAN


Kau memiliki banyak nama
Kau memiliki banyak wujud
Kau memiliki banyak pengikut
Kau juga memiliki musuh

Seperti cinta dan rindu
Bersama logika takkan pernah satu
Siapa yg pertama?
Manusia atau kera

Nirvana, surga atau dunia
Jika mereka tak pernah ada
Akankah kita jadi manusia
Atau cuma hewan berkaki dua

Caramu memberi hadiah dan hukuman
Membuat mereka gila
Berkelahi mempertaruhkan nyawa
Lalu apa tujuanmu sebenarnya
Jika itu semua untuk keseimbangan dunia
Bagaimana kau menjelaskan arti kata tamat
Atau kata itu tak pernah ada di ceritamu?

Bagaimana dengan gunung, laut dan langit
Apakah mereka cuma papan permainan saja
Dan kau tertawa memainkan bidak catur di atasnya
Seperti anak kecil yang bermain dengan temannya

Hadiah dan harapan
Apa benar kau tidak membutuhkan kami
Lalu kenapa setiap tahun, bulan, minggu, atau hari
Kami harus melakukan rutinitas yang kau inginkan
Untuk hadiah dan harapan kami?
Bahkan kau mengancam kami jika tidak malakukanya

Apa benar kau ada?
Buktikan jika memang iya
Atau cuma pemikiran positif saja
Yang membawamu ada
Jika memang iya
Maka kau tak pernah ada

Salahkah aku mempertanyakan dirimu
Sesuatu yang belum tentu adanya
Akankah kau beri aku hukuman karena mempertanyakanmu
Seharusnya tidak
Itu hak-ku bertanya
Dan semua harus bertanya
Sebelum jadi percaya

Terimakasih sudah mematahkan harapan beberapa dari kami
Terimakasih sudah membuat kami saling membenci
Terimakasih sudah mengubur mereka yg berbuat baik
Terimakasih sudah memberi makan mereka yg berperilaku buruk
Jika sekedar untuk berbuat baik
Kamu tidak membutuhkanmu
Kami bisa belajar satu sama lain


Faisal aditya
Sidoarjo 17.03.2020

Rabu, 11 Maret 2020

JANCOK DAN ASU

Ibu aku inggin tingal bersamamu
Kenapa kau tingalkan aku bersama mereka
Setiap hari 2 orang tua itu selalu bertengkar
Kenapa mereka memangil satu sama lain
Jancok dan asu

Aku benci mereka berdua
Aku tidak suka disini
teman 1 kelas SDku semua lari

Mereka takut dengan wajah asu tua
Asu tua yang serakah dan gila harta
Matanya lebar seperti ingin lepas dari kepala
Mulutnya selalu menciut seperti ikan cucut
Wajahnya keriput dahinya selalu mengkerut
Suaminya saja sampai mati karena takut

Aku benci  asu tua itu ibu
Tidak ada anak yg mau berteman denganku
Mereka semua takut padanya
Bahkan tetangga pun membencinya
Kenapa kau biarkan aku tingal bersamanya ibu

Aku tidak ingin pulang kerumah
Aku ingin betmain sama teman teman
Para tetangga selalu marah padaku
Jika aku tidak ada dirumah usai pulang sekolah
Karena si asu tua itu selalu mencariku

Asu itu selalu memarahiku
Sehabis aku pulang bermain
Dan dia selalu marah jika aku pangil dia asu
Bukanya dulu suaminya juga memangil nya begitu

Aku bingung ibu
Setiap hari asu itu selalu berteriak ingin mati
Tapi kenapa setiap aku cekik lehernya
Aku tendang perutnya, aku pukul kepalanya,
Aku lempar pusau ke arahnya
Asu itu berteriak minta tolong
Bukanya dia ingin mati ibu

Ahirnya aku lulus sekolah smp
Aku bisa serumah denganmu ibu
JANCOK sama saja
Disini juga ramai setiap hari
BANGSAT


Faisal aditya
11.03.2020

Minggu, 19 Januari 2020

NASI DAN GARAM

Hari Minggu yang cerah
Masih tersisa bau tanah sisa hujan kemarin malam
Seusai menyiram tanaman bunga yg ibu tanam
Aku duduk di pelataran rumah

Kubuat kopi hitam yang kuracik sendiri tanpa gula
Karena harganya mahal, lagipula kopi terasa lebih nikmat tanpa gula
Ku urungkan niat membakar sebatang rokok yang kubeli di pinggir jalan
Karena tak ingin melihat ibu sedih melihat ku membakar uang 2000 dengan tembakau di dalamya
Yang seharusnya bisa buat beli gorengan seharga limaratusan untuk makan siang

Rolling door sudah tergulung di atas
Mesin jahit sudah tertata rapi bersama mesin obras
Gulungan benang siap berputar menusuk kain bersama jarum
Menambal lubang ataupun menyambung 2 potong kain
Sembari menunggu, ibu berbaring di atas bangku panjang di ruang tamu
Ditemani teh hangat tanpa gula kesukaanya
Sembari membaca kitab suci untuk menenangkan hatinya, atau
Jadi bahan pelariaan sesaat dari kehidupan yg memuakan

Tapi kali ini dia hanya berbaring melamun
"Gak keroso umur wes sak mene, anake wes gede gede. Bendino ngumpulno duwet ora ngumpul ngumpul."
Dalam hati aku berteriak
JANCOK
Mata hari mulai menyilaukan mata dan membakar paving di depan rumah

Sebentar lagi lelaki bertubuh besar dan berwajah garang akan datang
Sudah menjadi rutinitas setiap hari di jam yang sama
Managih uang yg ibu pinjam untuk membeli perabotan rumah
Karena uang bapak sudah habis buat biaya sekolah adik
Cicilan motor ku pun tak menyisakan upah yang setiap bulan aku terima

Jika setiap hari sama sama aku harus makan nasi dan garam
Lebih baik aku tidak berikan uangku pada lelaki bertubuh kekar itu setiap hari

Faisal Aditya
19 january 2020

Sabtu, 11 Januari 2020

SEPI


Sepi
Mesin komputer mengetik tanpa henti
Karyawan berjalan kesana kemari
Saling sapa sebuah formalitas
Menunggu jam kerja yang tak kunjung tuntas

Sepi
Meja makan penuh dengan makanan
Sendok dan piring berdetak bergantian
Para pelayan restoran berlalu lalang
Mengantar antrian makanan

Sepi
Manusia lalu lalang berjalan menunduk
Berjalan sembari menubruk nubruk
Menatap layar tanpa henti sampai kikuk
Mata mereka merah hampir membusuk

Sepi
Di meja ruang tamu berjejer air dan kopi
Asbak penuh dengan abu rokok
Ditemani jam dinding yang berdetak begitu keras
Meski menitnya tak beranjak dari angka dua belas

Faisal Aditya
Pasuruan. 12.01.2020