Sabtu, 28 Desember 2019

Hujan dan sampah

Hujan di bulan desember
Pohon pohon bergoyang riang
Mereka menari dibawah guyuran hujan
Setelah sekian lama mereka tidak mandi dengan shower raksaka
Seeprti dirimu yg mandi dengan air hangat setelah hujan hujan seharian

Bukan hanya pohon
Aspal pun berhenti meraung setelah hujan memandikanya
Semua pengendara mulai memelankan mesinya Mereka tak lagi arogan
Sama sepertimu yg berhenti menangis setelah kuberikan mainan yg kau inginkan

Hujan selalu mengodamu untuk bermain di lahan kosong
Bersama teman temanmu sepulang sekolah
Melarangmu pun percuma
Karena kau seperti hujan
Tak akan reda sampai air di atas awah jatuh semua

Malampun sudah datang bertamu di teras rumah
Tak terasa
Karena awan hitam menyelimuti langit sedari pagi
Air sungai pun meluap karena jalanya tersumbat
Tersumbat orang orang biadap yg membuang sampah tidak pada tempatnya
Termasuk diriku
Tapi hujan tak peduli
Karena air dilangit belum jatuh semua ke bumi

Hujan tak kunjung berhenti 
Kawanan kodok pun berteriak teriak di pekarangan rumah
Terdengar seperti memangil namamu untuk segera pulang
Dan kami mulai khawatir menunggumu pulang di teras

9 tahun lalu hujan mememani kelahiranmu
Sekarang hujan pula yg mengantarmu pulang
Bersama tumpukan sampah yg ikut aku buang
Mengapung ke depan pekarangan rumah


Faisal Aditya
Surabaya, 28 Desember 2019

Tidak ada komentar:

Posting Komentar