Sebuah malam
yang dingin
Ditemani
oleh gemericik hujan didepan jendela
Didalam sebuah
ruangan 7 orang duduk bersama
4 orang
pria dan 3 orang wanita diantaranya
Bersama kita
membicara kan masa depan
Berdiskusi,
bertukar piiran, dan berbagi tertawa
Supaya tidak
terlaku kaku katanya
Ha ha ha ha,
hi hi hi hi
Keluar lah
suara tawa dari mulut kita
Ketika kita
mulai lelah berbicara atau untuk mencairkan suasana
Tapi
Hu hu hu hu,
Kenapa keluar
suara tangis diantara tawanya
Dari Sahal seorang
wanita diantara kita
Aku menerka
- nerka apa yang terjadi denganya
Dan apakan
yang lain juga mendengarnya
Berteriaklah
wanita itu
diantara
gemericik hujan dan malam yang sunyi
seoang pria
disamping ku menamparnya dengan keras
karena iya
berteriak dan mengatakan dirinya tidak berguna
kurasa
semua sekarang tahu wanita itu menangis dilubuk hatinya
tapi kami
tak tahu mengapa dan tak berani bertanya ada apa?
Malam yang
sunyi pun semakin sunyi
Diantara kebisuan
yang membingkam
Malam yang
dingin pun semakin dingin
Karena bertambah
derassnya hujan yang menyelimuti
Wanita itu berlari
keluar dan pamit pulang
Meningalkan
6 orang tersisa
Saling menatap
mata dan menerka - nerka
Apa yang telah
terjadi kepadanya
Dan ketika kita menemukann kemungkinan terbesar
Jika wanita
itu menyukai pria yang barusaja menamparnya
Aku hanya
bisa berkata
“Ah bercandanya
jelek”
Faial Aditya
sidoarjo, february 17, 2017