Hai kau perempuan berambut panjang
Kudengar kau sudah tak sendirian
Kulihat kau berjalan dengan seseorang
Ahh... hilang sudah harapan
Kemarin sore ku berpamitan
Ingin berangkat ku ke tanah seberang
Menemani teman menyelesaikan sebuah urusan
Kau lempar padaku sebuah senyuman
Kudapati kau mencuri pandang
dan kau balas dengan senyuman
Kau tampar hatiku dengan senyummu
Tak biasa kau seperti itu padaku
Senyum tersipu malu seperti
kucing yang telah lama tak bertemu tuannya
Malam ini kau buatku memikirkanmu lagi
Apakah senyummu itu sebuah pertanda atau
Ahh... itu cuma perasaanku saja
Ya karena
Kudengar kau tak sendiri
Kulihat kau berjalan dengan seseorang
11.30 malam ku sampai ditanah seberang
Rembulan disini begitu indah dan megah
Purnama yang menyinari malam hari
Cahaya nya menyinari malam yang sunyi disini
Ditemani awan yang menggumpal dikanan dan kiri
Seperti sayap garuda yang perkasa
Tak lama hingga menutup cahaya bintang yang ada disekitarnya
Hingga menyisakan rembulan dan sinarnya
Apakah cahaya rembulan disana sama dengan yang disini?
Hanya ada rembulan tanpa bintang?
Faisal Aditya
Makasar, 08 April 2017
Senin, 10 April 2017
INGIN
Ingin ku petik gitar
Untukmu agar kau bernyanyi
Bak simfoni di dini hari
Tapi ku tak tahu cara menyusun melodi
Ingin ku membuat kau tertawa
Tawa kecil yang menyejukan jiwa
Iri aku melihat mereka
Yang dapat membuat engkau tertawa bahagia
Ingin ku membuat kau tertawa
Tapi ku tak pandai menyusun kata
Ingin ku ambil kuas dan mengoreskannya ke kanvas
Melukis setiap lekuk, sudut ditubuhmu
Rambut terurai bagai ombak tergulung disamudra
Matamu bagai intan berlian yang
Memancarkan cahaya hingga ku tak sanggup
Memandangnya
Dan senyum manismu
Ingin ku abadikan diatas sebuah kertas
Tapi ku tak tahu cara memegang kanvas
Ku hanya tahu cara memegang pena dan
Mengoreskannya diatas kertas
Menyusun huruf menjadi kata
Kata menjadi bait
Bait menjadi sajak
Sajak sederhana yang tak bisa
Aku ungkapkan melalui kata
Aku hanya tahu cara memegang pena dan
Mengoreskanya diatas kertas
Tapi ku ingin
Belajar memetik gitar
Belajar membuatmu tertawa
Belajar memegang kanvas
Sidoajo, 26 Maret 2017
Faisal Aditya
Untukmu agar kau bernyanyi
Bak simfoni di dini hari
Tapi ku tak tahu cara menyusun melodi
Ingin ku membuat kau tertawa
Tawa kecil yang menyejukan jiwa
Iri aku melihat mereka
Yang dapat membuat engkau tertawa bahagia
Ingin ku membuat kau tertawa
Tapi ku tak pandai menyusun kata
Ingin ku ambil kuas dan mengoreskannya ke kanvas
Melukis setiap lekuk, sudut ditubuhmu
Rambut terurai bagai ombak tergulung disamudra
Matamu bagai intan berlian yang
Memancarkan cahaya hingga ku tak sanggup
Memandangnya
Dan senyum manismu
Ingin ku abadikan diatas sebuah kertas
Tapi ku tak tahu cara memegang kanvas
Ku hanya tahu cara memegang pena dan
Mengoreskannya diatas kertas
Menyusun huruf menjadi kata
Kata menjadi bait
Bait menjadi sajak
Sajak sederhana yang tak bisa
Aku ungkapkan melalui kata
Aku hanya tahu cara memegang pena dan
Mengoreskanya diatas kertas
Tapi ku ingin
Belajar memetik gitar
Belajar membuatmu tertawa
Belajar memegang kanvas
Sidoajo, 26 Maret 2017
Faisal Aditya
Langganan:
Postingan (Atom)