Senin, 03 Juli 2017

MALAM DIATAS ASPAl KOTA

kebisinggan kota tak begitu terasa
ketika malam sudah tiba
jalan raya terasa begitulebar
karena tak ada kendaraan yang tersebar
hanya tersisa satu atau dua suara mesin yang terdengar

100km/jam motorku berjalan
melepaskan semua emosi yang tersimpan
sedih, marah, kecewa, dan penyesalan
adalah bahan bakar yang selalu tersimpan
makan dalam kata teman

100km/jam mesin motorku mengerang
terasa ringgan seperti melayang
inggin juga rasanya kubuat nyawaku melayang
lari dari beban hidup yang kupegang

100km/jam motorku berjalan
terkejut mataku melihat kucig berari menyebrang
terhenti aku disebuah persimpanggan
hampir nyawa kami melayang
iya seakan menyuruhku untuk berhenti
karena lampu merah masih belum mati

terlihat sosok disebrang persimpanggan
seorang tunawisma atau gelandangan
yang biasa mencari makan dipersimpanggan
meletakan punggungnya dibawah pohon
beralas kardis dan koran
bersembunyi dibalik sarung dan pohon
supaya tidak terlihat keamanan

tertawa kumelihatnya
mengiggat hal bodoh yang baru aku lakukan
seakan hanya aku seorng yang banyak beban

Faisal Aditya
Sidoarjo, 04 july 2017

Senin, 10 April 2017

REMBULAN

Hai kau perempuan berambut panjang
Kudengar kau sudah tak sendirian
Kulihat kau berjalan dengan seseorang
Ahh... hilang sudah harapan

Kemarin sore ku berpamitan
Ingin berangkat ku ke tanah seberang
Menemani teman menyelesaikan sebuah urusan
Kau lempar padaku sebuah senyuman
Kudapati kau mencuri pandang
dan kau balas dengan senyuman

Kau tampar hatiku dengan senyummu
Tak biasa kau seperti itu padaku
Senyum tersipu malu seperti
kucing yang telah lama tak bertemu tuannya

Malam ini kau buatku memikirkanmu lagi
Apakah senyummu itu sebuah pertanda atau
Ahh... itu cuma perasaanku saja
Ya karena
Kudengar kau tak sendiri
Kulihat kau berjalan dengan seseorang

11.30 malam ku sampai ditanah seberang
Rembulan disini begitu indah dan megah
Purnama yang menyinari malam hari
Cahaya nya menyinari malam yang sunyi disini
Ditemani awan yang menggumpal dikanan dan kiri
Seperti sayap garuda yang perkasa
Tak lama hingga menutup cahaya bintang yang ada disekitarnya
Hingga menyisakan rembulan dan sinarnya

Apakah cahaya rembulan disana sama dengan yang disini?
Hanya ada rembulan tanpa bintang?

Faisal Aditya
Makasar, 08 April 2017

INGIN

Ingin ku petik gitar
Untukmu agar kau bernyanyi
Bak simfoni di dini hari
Tapi ku tak tahu cara menyusun melodi

Ingin ku membuat kau tertawa
Tawa kecil yang menyejukan jiwa
Iri aku melihat mereka
Yang dapat membuat engkau tertawa bahagia
Ingin ku membuat kau tertawa
Tapi ku tak pandai menyusun kata

Ingin ku ambil kuas dan mengoreskannya ke kanvas
Melukis setiap lekuk, sudut  ditubuhmu
Rambut terurai bagai ombak tergulung disamudra
Matamu bagai intan berlian yang
Memancarkan cahaya hingga ku tak sanggup
Memandangnya
Dan senyum manismu
Ingin ku abadikan diatas sebuah kertas
Tapi ku tak tahu cara memegang kanvas

Ku hanya tahu cara memegang pena dan
Mengoreskannya diatas kertas
Menyusun huruf menjadi kata
Kata menjadi bait
Bait menjadi sajak
Sajak sederhana yang tak bisa
Aku ungkapkan melalui kata

Aku hanya tahu cara memegang pena dan
Mengoreskanya diatas kertas
Tapi ku ingin
Belajar memetik gitar
Belajar membuatmu tertawa
Belajar memegang kanvas

Sidoajo, 26 Maret 2017
Faisal Aditya

Selasa, 07 Maret 2017

Angel

Seorang malaika tetaplah menjadi malaikat
Dimataku
Meskipun ia tak punya sepasang sayap yang menancap
Meskipun ia tak datang dari surga para dewa
Meskipun ia menjadi iblis dan menatapku dengan bengis

Aku tetap menyukainya
Bukan perasaan suka seperti Jaka tarub dengan Nawang wulan
Bukan perasaan suka seperti sepasang kekasih yang sedang kasmaran
Tapi
Aku suka cara ia memandang setiap orang adalah sama
Tanpa memandang strata, kasta, warna, atau agama
Cara bicaranya yg terbuka tampa ada yg bisa disembunyikan
cara berpikir yang dapat membuat berpikir 2 kali untuk berdebat denganya
Ataupun caranya membuatku menyesal telah membuat ia kecewa
Seperti penyesalan jaka tarub yang telah menyembunyikan selendang
Dan tak akan bertemu lagi dengan nawang wulan

Ia seorang malaikat yang datang dimalam natal
Memberi kebahagiaan seperti santa memberi kado natal
Selalu memberi kebahagiaan
Meskipun ada iblis yang selalu mengerogoti hati nya hari demi hari
natalia angel

Faisal Aditya
Sidoarjo, March 8, 2017


Kamis, 16 Februari 2017

AH BERCANDANYA JELEK

Sebuah malam yang dingin
Ditemani oleh gemericik hujan didepan jendela
Didalam sebuah ruangan 7 orang duduk bersama
4 orang pria dan 3 orang wanita diantaranya
Bersama kita membicara kan masa depan
Berdiskusi, bertukar piiran, dan berbagi tertawa
Supaya tidak terlaku kaku katanya

Ha ha ha ha, hi hi hi hi
Keluar lah suara tawa dari mulut kita
Ketika kita mulai lelah berbicara atau untuk mencairkan suasana
Tapi
Hu hu hu hu,
Kenapa keluar suara tangis diantara tawanya
Dari Sahal seorang wanita diantara kita
Aku menerka - nerka apa yang terjadi denganya
Dan apakan yang lain juga mendengarnya

Berteriaklah wanita itu
diantara gemericik hujan dan malam yang sunyi
seoang pria disamping ku menamparnya dengan keras
karena iya berteriak dan mengatakan dirinya tidak berguna
kurasa semua sekarang tahu wanita itu menangis dilubuk hatinya
tapi kami tak tahu mengapa dan tak berani bertanya ada apa?

Malam yang sunyi pun semakin sunyi
Diantara kebisuan yang membingkam
Malam yang dingin pun semakin dingin
Karena bertambah derassnya hujan yang menyelimuti

Wanita itu berlari keluar dan pamit pulang
Meningalkan 6 orang tersisa
Saling menatap mata dan menerka - nerka
Apa yang telah terjadi kepadanya
Dan  ketika kita menemukann kemungkinan terbesar
Jika wanita itu menyukai pria yang barusaja menamparnya
Aku hanya bisa berkata

“Ah bercandanya jelek”

Faial Aditya
sidoarjo, february 17, 2017

Minggu, 01 Januari 2017

Aku Harus Bagaimana?

Dari mata turun kehati
Sejak pertama kau mencuri hati ini
Ingin aku katakan isi hati
Kepadamu wahai sang pujaan hati

Bahasa mata
Bahasa yang sejati
mengatakan  apa isi hati
Tanpa tau situasi kondisi

Bahasa mata
Bahasa yang sejati
Mempermalukanku setiap hari
Dengan memandangmu tanpa kusadari
Dan mencintaimu tanpa berani memiliki

Mulut berbeda dengan mata
Tak berani mengatakan cinta
Bahkan Kadang berdusta
Ketika bicara tentang cinta

Mulut berbeda dengan mata
Hanya berani memuja mu
Ketika kau tidak ada
Hanya berani mengatakan cinta
Ketika kau tidak mendengarnya

Tangan pun tak mampu menulis
Sajak yang melambangkan hati ini
Tangan pun tak mampu melukis
Gambaran yang sesuai isi hati

Karena
Laki laki menyatakan sesuatu
Pada perwmpuan lewat matanya
Dan aku ingin kau mengetahuinya
Bahasa mata bahasa yang sejati

Faisal Aditya
January 01 2017