genap sudah satu bulan terbaring raga tuaku
Didalam ruangan putih bergorden biru
Meja kosong disisi
kiri
Tiang besi disisi kanan
Berdiri tegak dan menggantung cairan yang dialirkan
selang berujung tajam menusuk tangan
Ah, aku iri pada tiang itu
Sudah genap satu bulan aku tidak berdiri
Bukan sebuah kecelakaan yang besar
Aku hanya tergelincir diatas lantai yang licin
dan kaki ini tidak bisa menopang lagi
Ah, aku iri pada anak muda yang bekerja dan penuh mimpi
Sudah genap satu bulan aku disini
Melihat jendela menghadap gerbang yang terbuka setiap
hari
Menunggu dan terus menunggu seseorang yang aku kenal
melewati gerbang itu
bukan hanya seseorang berseragam putih yang membuka pintu
ruangan
bukan hanya Malaikat putih dan hitam yang bermain kartu
sudah sebulan aku disini
menyesali perbuatanku di setiap tubuhku
sudah sebulan aku disini
tak tagi menunggu seseorang yang mencariku
sudah sebulan aku disini
tak lagi menunggu apa-apa, selain maut di malam bisu
faisal aditya,13 oktober 2016
Tidak ada komentar:
Posting Komentar