Rabu, 23 November 2016

Andai Aku Tahu Isi Hatimu

seorang wanita yang keras, tanguh, dan tegar
tergambar diraut wajagnya
terlukis dilekuk tubuhnya
terdengar dari senandung suaranya

matanya bersinar seperti embun pagi yang disinari fajar
tatapan matanya tajam setajam mata pisau
senyumanya manis semanis madu nirwana
suaranya tegar mengalahkan halilintar yang mengelegar

baru 2 bulan kita bertemu
dalam jangka watu 2 minggu
2 kali sudah kau membuatku berpikir tentangmu
2 kali kutakbisa menutup mataku karena mikirkanmu

Kau menatapku seakan ingin bertanya sesuatupadaku
mempertanyakan siapa? Kapan? Dimana? bagaimana? Atau apa?
Andai aku tahu isi hatimu
Aku akan menjawapnya tanpakau perlu bertanya padamu

Kau berbicara kepadku seperti morse yang brtanya
Apakah kau sama seperti mereka?
“Aku tak sama seperti mereka”
jawabku dengan keraguan apakah itu yang benar kau tanyakan
kau berpaling seakan mendapat yang tak kau inginkan

akankah ini menjadi sebuah api dineraka
bahkan membuat pentipta dunia murka

Telah lama kusegel dan kupendam buku catatanku
Tapi mantra apakah yang kau gunnakan saat kedua kali kita bertemu
Sehingga bisa membuka buku yang tertutup itu
Akankah kau menulis namamu distu?

Nama depan yang melambangkan keyakinan
Nama belakang yang diturunkan seorang ayah
Seorang ayah yang selalu iya rindukan
Dan kerinduan itu iya kumpulkan menjadi sebuah do’a yang indah

Christine Sutanto

Faisal Aditya, 4 november 2016

Tidak ada komentar:

Posting Komentar